
Anak Aktif Bukan Masalah, Justru Modal Belajar yang Besar
Banyak orang tua mengeluh, “Anak saya susah banget disuruh belajar. Maunya main terus.” Padahal, anak yang aktif sebenarnya bukan anak yang malas, melainkan anak yang memiliki energi besar dan rasa ingin tahu tinggi. Tantangannya bukan membuat anak duduk diam, tapi mengalihkan energinya ke aktivitas belajar yang tepat.
Anak aktif cenderung cepat bosan jika belajar dilakukan dengan cara konvensional: duduk lama, membaca buku, mengerjakan soal. Akibatnya, setiap kata “belajar” terdengar seperti hukuman. Padahal, jika pendekatannya diubah, anak aktif justru bisa belajar lebih cepat dan menyenangkan.
“Bukan anaknya yang bermasalah, tapi cara belajarnya yang belum cocok.”
Kuncinya adalah membuat bahasa Inggris terasa seperti bagian dari aktivitas bermain, bukan tugas tambahan.
Ubah Mindset: Belajar Tidak Harus Duduk Diam
Strategi pertama agar anak mau belajar tanpa disuruh adalah mengubah definisi belajar itu sendiri. Untuk anak aktif, belajar tidak harus selalu identik dengan meja, kursi, dan buku.
Beberapa bentuk belajar bahasa Inggris yang cocok untuk anak aktif antara lain:
- Belajar sambil bergerak
- Belajar lewat permainan
- Belajar lewat percakapan ringan
- Belajar lewat aktivitas sehari-hari
Contohnya, anak bisa belajar vocabulary sambil berlari mencari benda, belajar speaking lewat role play, atau belajar listening sambil menonton kartun berbahasa Inggris. Dengan cara ini, anak tetap aktif, tapi otaknya bekerja.
Ilustrasi nyata: banyak anak yang menolak les, tapi antusias saat diajak bermain game berbahasa Inggris. Tanpa sadar, mereka sedang belajar.
Manfaatkan Aktivitas Favorit Anak sebagai Media Belajar
Agar anak belajar tanpa disuruh, masuklah ke dunia anak, bukan memaksa anak masuk ke dunia orang tua. Perhatikan apa yang paling disukai anak, lalu sisipkan bahasa Inggris di dalamnya.
Contoh penerapannya:
- Anak suka menggambar → minta ia menjelaskan gambarnya dalam bahasa Inggris sederhana
- Anak suka main peran → role play jadi dokter, kasir, atau guru
- Anak suka olahraga → gunakan instruksi sederhana dalam bahasa Inggris
- Anak suka gadget → pilih game atau video edukatif berbahasa Inggris
Ketika bahasa Inggris hadir dalam aktivitas yang disukai, anak tidak merasa sedang belajar. Ia belajar karena penasaran dan menikmati prosesnya.
Gunakan Tantangan Kecil, Bukan Perintah
Anak aktif cenderung menolak perintah, tapi suka tantangan. Maka, ganti kalimat “Ayo belajar” dengan pendekatan yang lebih memancing rasa ingin tahu.
Contoh tantangan sederhana:
- “Kakak bisa sebutkan 5 benda di rumah pakai bahasa Inggris nggak?”
- “Berani nggak cerita 1 menit pakai English?”
- “Ayo kita lomba siapa yang paling cepat jawab.”
Tantangan membuat anak merasa belajar adalah permainan, bukan kewajiban. Apalagi jika ditambah reward kecil seperti pujian atau stiker, motivasi anak akan meningkat.
“Anak belajar paling cepat saat ia merasa tertantang, bukan tertekan.”
Ciptakan Rutinitas Fleksibel tapi Konsisten
Anak aktif tetap butuh rutinitas, tapi rutinitas yang fleksibel, bukan kaku. Jangan memaksa anak belajar di jam saat energinya sedang tinggi atau sudah kelelahan.
Tips membuat rutinitas belajar untuk anak aktif:
- Durasi singkat (10–20 menit)
- Waktu tetap, tapi metode bisa berubah
- Fokus pada aktivitas, bukan target berat
- Akhiri saat anak masih merasa senang
Dengan rutinitas seperti ini, anak tidak merasa “kapok” belajar. Justru lama-lama, ia akan mencari sendiri waktu belajarnya.
Cerita nyata: banyak orang tua terkejut saat anaknya tiba-tiba bertanya atau bicara bahasa Inggris tanpa disuruh, karena sudah terbiasa dengan rutinitas ringan yang konsisten.
Peran Lingkungan dan Tutor yang Tepat
Meski strategi di rumah penting, anak aktif sangat terbantu jika berada di lingkungan belajar yang memahami karakter mereka. Lingkungan yang tepat tidak mematikan energi anak, tapi mengarahkannya.
Ciri lingkungan belajar yang cocok untuk anak aktif:
- Metode fun & interaktif
- Banyak praktik speaking
- Tutor ekspresif dan komunikatif
- Aktivitas variatif, tidak monoton
Tutor yang tepat tidak akan berkata, “Duduk yang rapi!” terus-menerus, tapi mengajak anak belajar sambil bergerak dan bereksplorasi. Dari sinilah anak aktif justru bisa menjadi anak yang paling berani speaking.
Anak Aktif Bisa Belajar Tanpa Disuruh, Asal Caranya Tepat
Anak aktif bukan penghalang untuk belajar bahasa Inggris. Justru, jika diarahkan dengan benar, anak aktif bisa belajar lebih cepat, lebih berani, dan lebih percaya diri.
Ingat poin penting ini:
- Jangan paksa anak diam untuk belajar
- Masukkan bahasa Inggris ke aktivitas favorit anak
- Gunakan tantangan, bukan perintah
- Ciptakan rutinitas ringan dan konsisten
Jika anak sudah menikmati prosesnya, Anda tidak perlu lagi menyuruh. Anak akan belajar karena ia mau, bukan karena ia harus.
✨ Disinilah Lahirnya Anak Jago Bahasa Inggris!
Bukan dengan paksaan, tapi dengan strategi yang memahami dunia anak.