Leaf Global Indonesia

Anak Susah Konsentrasi Saat Belajar? Ini Solusinya!

Apakah Anda pernah mengalami momen di mana anak baru mulai belajar lima menit saja sudah gelisah, berdiri, menatap ke luar jendela, atau mulai bermain pensil dan penghapus? Atau mungkin setiap kali membuka buku, ia langsung bilang, “Bosen!”, “Capek!” atau “Nggak bisa, mah!” Jika iya, Anda tidak sendirian. Banyak orang tua merasakan hal yang sama dan sering kali merasa bingung harus bagaimana.

Pada masa tumbuh kembang, kesulitan konsentrasi adalah hal yang wajar dan sangat umum terjadi. Otak anak belum berkembang penuh seperti orang dewasa. Mereka memang lebih mudah teralihkan oleh suara, gerakan, atau hal-hal menarik di sekitarnya. Yang penting bukan menyalahkan anak, tetapi mencari cara terbaik untuk membantunya fokus dengan menyenangkan — tanpa marah, tanpa memaksa, tanpa drama.

“Anak bukan tidak mau belajar, mereka hanya butuh cara belajar yang sesuai dengan dunianya.”

Kenapa Anak Susah Konsentrasi? Pahami Penyebabnya

Sebelum mencari solusi, orang tua perlu memahami alasan kenapa anak sulit fokus. Jika kita tahu penyebabnya, kita bisa menentukan pendekatan yang lebih tepat.

Beberapa penyebab umum anak susah konsentrasi saat belajar, antara lain:

  1. Waktu belajar yang terlalu lama
  2. Cara belajar yang membosankan dan tidak sesuai gaya belajar anak
  3. Lingkungan belajar yang penuh distraksi
  4. Anak sedang lelah, lapar, atau kurang tidur
  5. Suasana hati yang sedang tidak stabil
  6. Tidak ada tujuan dan motivasi yang jelas
  7. Tidak mendapat dukungan emosional

Contoh nyata: Seorang anak laki-laki usia 8 tahun di sebuah kelas kursus selalu sulit duduk lama. Setelah dianalisis, ternyata ia tipe anak kinestetik yang belajar paling efektif sambil bergerak. Ketika metode diubah menjadi permainan peran dan aktivitas fisik, fokusnya meningkat drastis.

Kesalahan Umum Orang Tua yang Perlu Dihindari

Tanpa disadari, orang tua sering melakukan hal-hal yang justru membuat anak semakin sulit fokus.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Membandingkan anak dengan teman atau saudara
  • Memaksa belajar lama tanpa jeda
  • Memarahi anak setiap kali tidak bisa diam
  • Memberi terlalu banyak tugas sekaligus
  • Tidak memberi pilihan atau ruang untuk anak

Kalimat seperti: “Lihat kakak tuh, bisa diam dan fokus!” atau “Ayo cepat, masa gitu saja nggak bisa?!” hanya membuat anak tertekan dan semakin tidak mau belajar. Karena untuk anak, tekanan bukan membuat fokus naik — tapi justru membuat otak menolak.

Kuncinya adalah dukungan, bukan tekanan.

Kesalahan Umum Orang Tua yang Perlu Dihindari

Tanpa disadari, orang tua sering melakukan hal-hal yang justru membuat anak semakin sulit fokus.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Membandingkan anak dengan teman atau saudara
  • Memaksa belajar lama tanpa jeda
  • Memarahi anak setiap kali tidak bisa diam
  • Memberi terlalu banyak tugas sekaligus
  • Tidak memberi pilihan atau ruang untuk anak

Kalimat seperti: “Lihat kakak tuh, bisa diam dan fokus!” atau “Ayo cepat, masa gitu saja nggak bisa?!” hanya membuat anak tertekan dan semakin tidak mau belajar. Karena untuk anak, tekanan bukan membuat fokus naik — tapi justru membuat otak menolak.

Kuncinya adalah dukungan, bukan tekanan.

Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman

Anak membutuhkan ruang belajar yang mendukung fokus. Lingkungan yang terlalu ramai, berisik, atau penuh mainan akan membuat otak anak sulit bertahan.

Tips menciptakan lingkungan belajar kondusif:

  • Pilih tempat belajar yang sederhana dan bebas gangguan
  • Singkirkan mainan, gadget, atau benda yang mengalihkan perhatian
  • Gunakan pencahayaan yang terang dan udara yang sejuk
  • Beri alat pendukung seperti jam timer, papan tulis kecil, atau meja khusus belajar

Selain itu, penting juga mengatur waktu belajar yang realistis. Untuk anak usia 6–12 tahun, waktu fokus ideal hanya sekitar 15–25 menit, lalu perlu istirahat 5 menit. Gunakan teknik Pomodoro Kids:
25 menit belajar → 5 menit break → ulangi 3–4 kali saja.

Metode Belajar Fun & Efektif untuk Tingkatkan Fokus

Belajar tidak harus duduk diam lama. Belajar yang menyenangkan justru membuat fokus meningkat dengan sendirinya.

Beberapa strategi yang bisa dicoba di rumah:

  • Belajar sambil bermain games edukatif
  • Belajar menggunakan media visual, kartu, gambar, dan lagu
  • Gunakan metode belajar bergerak (Movement Learning) seperti berdiri sambil menjawab
  • Gunakan reward kecil setiap mencapai target
  • Buat jadwal belajar visual menggunakan gambar dan warna

Contoh aktivitas sederhana:

  • Menulis vocabulary di sticky notes dan menempelnya sambil lomba cepat
  • Bermain tebak kata sambil lempar bola kecil
  • Membuat mini role play tentang tema sehari-hari

Dengan cara ini, belajar terasa lebih seperti bermain, bukan kewajiban yang menekan.

Hubungan Emosional & Dukungan Orang Tua Adalah Kunci

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa anak lebih mudah fokus saat merasa dicintai, aman, dan dipercaya. Ketika orang tua hadir sebagai teman belajar, bukan polisi belajar, anak akan lebih tenang dan siap menerima materi.

Tunjukkan dukungan dengan cara:

  • Berikan pujian tulus saat anak berusaha
  • Dengarkan keluhan dan emosi anak
  • Jangan menertawakan atau mengecilkan kesulitannya
  • Beri pelukan dan afirmasi positif

Kalimat sederhana seperti:
“Ayah bangga kamu sudah mencoba.”
bisa menjadi bahan bakar luar biasa untuk semangat belajar anak.

Kesimpulan & Call to Action

Kesulitan konsentrasi saat belajar bukan masalah besar jika ditangani dengan cara yang tepat. Dengan memahami penyebabnya, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, memilih metode yang menyenangkan, dan memberikan dukungan emosional, anak akan jauh lebih mudah fokus dan menikmati proses belajar.

Jadi mulai hari ini, yuk ubah cara kita mendampingi anak belajar. Gunakan pendekatan yang lebih hangat, kreatif, dan menyenangkan. Ingat, setiap anak unik dan tidak ada yang salah dengan proses mereka.

Jika Anda ingin bantuan profesional untuk membantu anak lebih percaya diri dan menikmati belajar, termasuk belajar bahasa Inggris dengan metode fun learning, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengikuti kursus anak yang mendukung perkembangan karakter dan minat belajar mereka.

Karena pada akhirnya, belajar bukan soal cepat atau lambat, tapi tentang membuat anak mencintai prosesnya. 💚

Trusted by Thousands of Students

Sekarang Giliran Anda.

Artikel Lainnya

05/01/2026

Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

02/01/2026

Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

28/12/2025

Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

15/12/2025

Perlukah Anak Bisa Bahasa Inggris Sebelum Masuk SD?

04/12/2025

Kenapa Anak yang Bisa Bahasa Inggris Cenderung Lebih Berprestasi?

27/11/2025

Apa Itu Golden Age dan Kenapa Penting untuk Belajar Bahasa Inggris?

Daftar Sekarang!