Leaf Global Indonesia

Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

Anak Sering Lupa Vocabulary? Ini Teknik Efektif Mengatasinya

Anak Hafal Hari Ini, Lupa Besok — Normal atau Masalah?

“Padahal kemarin sudah hafal 10 vocabulary, kok hari ini lupa semua?”
Jika Anda pernah mengucapkan kalimat ini, tenang—Anda tidak sendirian. Banyak orang tua merasa bingung sekaligus khawatir ketika anaknya sering lupa kosakata Bahasa Inggris, meskipun sudah diajari berulang kali.

Masalahnya sering bukan pada kemampuan anak, melainkan cara belajarnya.
Banyak anak terlihat rajin belajar, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah menghafal tanpa memahami. Akibatnya, kosakata hanya “numpang lewat” di ingatan jangka pendek.

Perlu dipahami, anak yang benar-benar belajar akan mengingat lebih lama, meski tidak selalu cepat.
Sedangkan anak yang hanya menghafal mungkin terlihat pintar di awal, tetapi mudah lupa dan cepat frustrasi.

Seperti kata pepatah pendidikan:

“What children learn with joy, they remember longer.”

Bedanya Anak yang Belajar dan Anak yang Menghafal Vocabulary

Sekilas, anak yang belajar dan menghafal terlihat sama. Sama-sama membuka buku, mengulang kata, bahkan bisa menjawab pertanyaan guru. Tapi kalau diperhatikan lebih dalam, perbedaannya sangat jelas.

Anak yang sekadar menghafal biasanya:

  • Mengingat kata tanpa tahu maknanya secara utuh
  • Bisa menyebutkan vocabulary, tapi bingung saat diminta membuat kalimat
  • Hafal saat dites, lupa setelahnya
  • Bergantung pada daftar kata

Sedangkan anak yang benar-benar belajar:

  • Mengerti arti dan fungsi kata
  • Bisa menggunakan kata dalam konteks berbeda
  • Mengaitkan kata dengan pengalaman pribadi
  • Lebih berani mencoba meski belum sempurna

Contoh sederhana:
Anak menghafal tahu kata “eat” artinya makan.

Anak belajar bisa bilang:

  • “I eat rice every morning.”
  • “I like eating with my family.”

Perbedaannya ada pada pemahaman dan penggunaan, bukan jumlah kosakata.

Kenapa Anak Sering Lupa Vocabulary Bahasa Inggris?

Sebelum menyalahkan anak, penting bagi orang tua memahami penyebab anak mudah lupa. Berikut beberapa alasan yang paling sering terjadi:

  1. Belajar tanpa konteks
    Vocabulary diajarkan sebagai daftar kata, bukan bagian dari cerita atau aktivitas.
  2. Minim praktik berbicara
    Anak jarang menggunakan kata tersebut dalam percakapan nyata.
  3. Terlalu fokus hafalan
    Anak dituntut hafal cepat, bukan paham perlahan.
  4. Tidak melibatkan emosi
    Otak anak lebih mudah mengingat hal yang menyenangkan dan bermakna.

Ilustrasi nyata:
Seorang anak diminta menghafal 20 nama hewan. Tapi ia tidak pernah diajak bercerita, bermain peran, atau berbicara tentang hewan tersebut. Wajar jika seminggu kemudian sebagian besar kata menghilang dari ingatannya.

Bukan karena anak malas, tapi karena otaknya tidak diberi alasan untuk menyimpan informasi itu.

Tanda Anak Benar-Benar Belajar Vocabulary (Bukan Sekadar Hafal)

Orang tua bisa mengenali apakah anak benar-benar belajar melalui tanda-tanda berikut:

  • Anak bisa menjelaskan arti kata dengan bahasa sendiri
  • Anak spontan menggunakan vocabulary dalam obrolan sehari-hari
  • Anak berani salah dan tidak takut mencoba
  • Anak mengaitkan kata dengan pengalaman (rumah, sekolah, teman)

Misalnya, saat anak berkata:

“Miss, yesterday I go to zoo and see elephant.”

Secara grammar belum sempurna, tapi ini tanda belajar yang sangat sehat.
Anak menggunakan vocabulary dalam konteks nyata—bukan sekadar mengulang.

Inilah alasan kenapa speaking practice jauh lebih penting daripada menambah daftar kata.

Teknik Efektif Agar Anak Tidak Mudah Lupa Vocabulary

Berikut teknik yang terbukti efektif membantu anak benar-benar mengingat dan menggunakan vocabulary:

✅ 1. Gunakan dalam Kalimat & Cerita

Ajak anak membuat kalimat sederhana atau cerita pendek dari kata yang dipelajari.

✅ 2. Kaitkan dengan Aktivitas Nyata

Vocabulary “eat” dipakai saat makan, “sleep” saat mau tidur.

✅ 3. Ulangi dengan Cara Berbeda

Bukan mengulang kata, tapi mengulang penggunaan:

  • ngobrol
  • bermain peran
  • tanya jawab

✅ 4. Fokus Kualitas, Bukan Jumlah

Lebih baik 5 kata yang bisa dipakai, daripada 20 kata yang hanya dihafal.

Teknik ini membuat anak belajar secara alami, seperti saat belajar bahasa ibu.

Peran Orang Tua di Rumah: Jangan Jadi “Penguji”, Jadilah Partner

Tanpa sadar, banyak orang tua berubah menjadi “penguji” di rumah:

  • “Artinya apa?”
  • “Coba sebutkan 10 kata!”

Padahal, anak lebih butuh teman ngobrol daripada penguji.

Coba ganti dengan:

  • “Coba ceritakan hari ini pakai English sedikit”
  • “Kamu ingat kata apa yang paling kamu suka?”
  • “Kalau kata ini dipakai di rumah, contohnya gimana?”

Saat anak merasa aman, otaknya lebih rileks dan ingatan bekerja lebih optimal.

Belajar Itu Tentang Menggunakan, Bukan Menghafal

Anak yang sering lupa vocabulary bukan berarti tidak mampu.
Sering kali, itu tanda bahwa cara belajarnya perlu diperbaiki.

Ingat:

  • Menghafal = cepat lupa
  • Belajar = paham dan bertahan lama

Jika orang tua ingin anak:

  • Percaya diri berbicara Bahasa Inggris
  • Tidak takut salah
  • Vocabulary menempel dan bisa dipakai

Maka pastikan anak belajar di lingkungan yang:

  • Fokus praktik
  • Mengutamakan speaking
  • Mengajarkan bahasa sebagai alat komunikasi

Di LEAF ENGLISH COURSE, kami tidak mengejar anak hafal banyak kata,
tetapi mampu menggunakan Bahasa Inggris dengan percaya diri sejak awal.

👉 Saatnya berhenti mengejar hafalan.
👉 Saatnya membangun anak yang benar-benar jago Bahasa Inggris.

Disinilah Lahirnya Anak Jago Bahasa Inggris!

Trusted by Thousands of Students

Sekarang Giliran Anda.

Artikel Lainnya

20/01/2026

Anak Malu Ngomong Inggris? Coba Teknik Ini di Rumah!

13/01/2026

3 Kesalahan Fatal Saat Memaksa Anak Les Bahasa Inggris

10/01/2026

Anak Aktif? Ini Strategi Belajar Bahasa Inggris Tanpa Disuruh

08/01/2026

Bagaimana Membuat Rutinitas Belajar Bahasa Inggris yang Menyenangkan?

07/01/2026

5 Alasan Anak Butuh Pendampingan Belajar Bahasa Inggris dari Tutor

06/01/2026

Cara Melatih Anak Supaya Berani Speaking di Depan Umum

Daftar Sekarang!