Leaf Global Indonesia

Bagaimana Orang Tua Bisa Ikut Membantu Anak Belajar Bahasa Inggris?

Bahasa Inggris Dimulai dari Rumah

Pernahkah Anda merasa bingung ketika anak susah diajak belajar bahasa Inggris di rumah? Tenang, Anda tidak sendiri. Banyak orang tua mengira bahwa belajar bahasa Inggris hanya bisa dilakukan di sekolah atau tempat kursus. Padahal, lingkungan rumah justru menjadi tempat paling berpengaruh bagi anak untuk berani bicara dan terbiasa mendengar bahasa baru.

Bayangkan, setiap kali anak mendengar Anda mengucapkan kata sederhana seperti thank you, good morning, atau let’s go, mereka sedang belajar tanpa sadar. Anak belajar paling cepat melalui interaksi yang hangat dan berulang. Jadi, bukan seberapa banyak anak belajar di kelas, tapi seberapa sering mereka “hidup” bersama bahasa Inggris di keseharian.

1. Jadikan Bahasa Inggris Bagian dari Keseharian

    Tidak perlu memaksa anak belajar lewat buku setiap hari. Mulailah dengan langkah kecil di rumah.

    Beberapa contoh sederhana yang bisa dilakukan:

    • Ucapkan sapaan harian dengan bahasa Inggris, misalnya “Good morning!” atau “Time to eat!”
    • Tempelkan label bahasa Inggris di benda-benda sekitar rumah seperti door (pintu), table (meja), atau mirror (cermin).
    • Putar lagu anak-anak berbahasa Inggris setiap pagi atau sebelum tidur.

    Kebiasaan kecil ini menciptakan suasana alami. Anak tidak merasa sedang belajar, tapi merasa sedang bermain dan berinteraksi. Seperti kata pepatah pendidikan:

    “Children learn best when they don’t realize they’re learning.”

    2. Belajar Melalui Permainan dan Aktivitas Seru

    Anak-anak, terutama usia 3–12 tahun, belajar paling efektif melalui permainan. Jadi, ubah cara belajar yang kaku menjadi aktivitas yang menyenangkan.

    Beberapa ide seru yang bisa dicoba:

    1. English Treasure Hunt: sembunyikan benda dan beri petunjuk sederhana seperti “Find something red!”
    2. Storytelling Time: bacakan cerita bergambar dalam bahasa Inggris dan biarkan anak menebak arti kata.
    3. English Cooking Day: ajak anak memasak sambil belajar nama bahan makanan dalam bahasa Inggris seperti flour, sugar, eggs, dan lainnya.

    Permainan seperti ini bukan hanya meningkatkan kosakata, tapi juga membangun rasa percaya diri anak. Mereka belajar bahwa bahasa Inggris bukan mata pelajaran yang menakutkan, melainkan bagian dari petualangan mereka sehari-hari.

    3. Jadilah Role Model Bahasa Inggris di Rumah

    Anak-anak adalah peniru ulung. Jika orang tua berani berbicara bahasa Inggris, anak pun akan meniru dengan cepat. Anda tidak perlu lancar seperti native speaker—cukup gunakan kata atau kalimat sederhana dengan percaya diri.

    Misalnya:

    • “Let’s clean up your toys.”
    • “Do you want milk or water?”
    • “You did a great job!”

    Dengan begitu, anak belajar bahwa berbicara bahasa Inggris itu normal dan menyenangkan.

    Sebagai ilustrasi, di LEAF English Course, banyak siswa yang berkembang pesat karena orang tuanya ikut terlibat aktif di rumah. Ada seorang ibu yang rutin berbicara satu kalimat bahasa Inggris setiap pagi bersama anaknya. Hasilnya? Dalam tiga bulan, anaknya sudah bisa membalas dengan spontan tanpa disuruh.

    4. Gunakan Teknologi Sebagai Teman Belajar

    Di era digital, belajar bahasa Inggris bisa dilakukan dari mana saja. Orang tua bisa memanfaatkan aplikasi, video, atau game edukatif yang ramah anak.

    Beberapa rekomendasi yang bisa digunakan bersama anak:

    • YouTube Kids: pilih kanal edukatif seperti English Singsing atau Peppa Pig.
    • Aplikasi Duolingo Kids: cocok untuk memperkenalkan kosakata dasar.
    • Google Assistant: ajak anak bermain tanya-jawab sederhana dalam bahasa Inggris.

    Namun, tetap awasi durasi layar. Gunakan teknologi sebagai sarana belajar bersama, bukan pengganti interaksi orang tua. Jadilah pendamping yang ikut tertawa dan menjelaskan ketika anak menonton atau bermain aplikasi.

    5. Beri Dukungan Emosional dan Apresiasi

    Sering kali, anak kehilangan semangat bukan karena sulitnya materi, tapi karena kurangnya dukungan emosional. Oleh karena itu, beri pujian sekecil apa pun kemajuan anak.

    Contohnya:

    • “Wow, kamu bisa bilang thank you dengan benar! Good job!”
    • “Wah, kamu tahu arti apple! Hebat banget!”

    Kalimat positif seperti ini menumbuhkan growth mindset dalam diri anak—bahwa belajar adalah proses yang seru, bukan tekanan.

    “Puji usahanya, bukan hasilnya. Karena dari sanalah tumbuh kepercayaan diri sejati.”

    Kesimpulan: Bahasa Inggris Dimulai dari Peran Orang Tua

    Membantu anak belajar bahasa Inggris bukan soal kemampuan orang tua dalam grammar atau pronunciation, tetapi tentang keterlibatan dan keteladanan. Ketika anak melihat bahwa Anda juga mau belajar dan mencoba, mereka akan merasa lebih berani.

    Mulailah dari langkah kecil hari ini: ucapkan satu kalimat bahasa Inggris setiap hari, putar lagu anak-anak berbahasa Inggris, dan berikan pelukan setiap kali anak mencoba berbicara. Ingat, anak belajar dari cinta dan kebiasaan, bukan dari tekanan.

    Dan jika Anda ingin mendapat pendampingan lebih terarah, Anda bisa mengajak anak bergabung di LEAF English Course, tempat lahirnya #AnakJagoBahasaInggris. Di sana, anak akan belajar dengan metode 4E — Easy, Enjoy, Excellent, dan Earn — sambil tetap mendapat dukungan dari tutor muda profesional dan lingkungan belajar yang menyenangkan.

    Trusted by Thousands of Students

    Sekarang Giliran Anda.

    Artikel Lainnya

    05/01/2026

    Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

    02/01/2026

    Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

    28/12/2025

    Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

    15/12/2025

    Perlukah Anak Bisa Bahasa Inggris Sebelum Masuk SD?

    04/12/2025

    Kenapa Anak yang Bisa Bahasa Inggris Cenderung Lebih Berprestasi?

    27/11/2025

    Apa Itu Golden Age dan Kenapa Penting untuk Belajar Bahasa Inggris?

    Daftar Sekarang!