Leaf Global Indonesia

Cara Melatih Anak Supaya Berani Speaking di Depan Umum

Mengapa Banyak Anak Takut Berbicara di Depan Umum?

Banyak orang tua bertanya, “Kenapa anak saya kalau di rumah cerewet, tapi begitu diminta bicara di depan kelas malah diam?” Ini adalah kondisi yang sangat umum. Rasa takut berbicara di depan umum pada anak biasanya bukan karena tidak bisa, tetapi karena takut salah, takut ditertawakan, atau takut dinilai. Apalagi jika sebelumnya anak pernah dikoreksi dengan nada keras atau dibandingkan dengan anak lain.

Menurut pakar pendidikan anak, keberanian berbicara bukan bawaan lahir, melainkan skill yang dilatih secara bertahap. Anak perlu lingkungan aman untuk mencoba, salah, lalu mencoba lagi. Sayangnya, sistem pendidikan formal seringkali menuntut hasil, bukan proses. Anak diminta tampil, tapi tidak diajarkan bagaimana caranya merasa aman saat tampil.

“Anak yang berani berbicara bukan anak yang paling pintar, tapi anak yang paling sering diberi kesempatan.”

Di sinilah peran orang tua dan lingkungan belajar menjadi sangat penting. Speaking bukan sekadar kemampuan bahasa, tetapi juga soal mental, kepercayaan diri, dan keberanian berekspresi.

Mulai dari Lingkungan Paling Aman: Rumah

Sebelum menuntut anak berani speaking di depan umum, pastikan anak berani berbicara di rumah terlebih dahulu. Rumah harus menjadi tempat paling aman bagi anak untuk mengekspresikan pikirannya tanpa takut dihakimi.

Beberapa cara sederhana yang bisa orang tua lakukan di rumah:

  • Biasakan anak menceritakan kembali aktivitas hariannya
  • Dengarkan tanpa memotong atau mengoreksi berlebihan
  • Beri respon positif seperti, “Wah, ceritanya seru ya!”
  • Hindari langsung membenarkan grammar atau pilihan kata

Ingat, tujuan awal speaking bukan benar, tapi berani. Koreksi bisa menyusul nanti. Jika anak merasa setiap berbicara selalu dikoreksi, lama-lama ia memilih diam.

Ilustrasi nyata: banyak anak yang awalnya pemalu, tapi berubah ketika orang tuanya rutin mengajak ngobrol santai sebelum tidur. Tanpa disadari, itu adalah latihan public speaking versi paling aman.

Latih Speaking Lewat Aktivitas Sehari-hari

Melatih keberanian berbicara tidak harus selalu formal. Justru speaking paling efektif dilatih lewat aktivitas yang menyenangkan dan kontekstual.

Contoh latihan sederhana yang bisa diterapkan:

  1. Storytelling sederhana
    Minta anak menceritakan ulang film kartun atau buku cerita favoritnya.
  2. Role play
    Bermain peran sebagai guru, presenter, atau MC acara keluarga.
  3. Show and tell
    Anak membawa benda favorit lalu menjelaskan fungsinya.
  4. Mini presentation
    Anak menjelaskan satu topik ringan selama 1 menit.

Latihan-latihan ini membuat anak terbiasa menyusun kalimat, berbicara terstruktur, dan menghadapi pendengar, meski skalanya kecil. Dari sinilah keberanian bertumbuh secara alami.

Jangan Fokus Salah-Benar, Fokus Percaya Diri

Kesalahan terbesar saat melatih speaking adalah terlalu fokus pada grammar, pelafalan, dan kesempurnaan. Padahal, untuk anak-anak, yang paling penting adalah percaya diri dulu.

Bayangkan anak yang baru belajar naik sepeda. Jika setiap jatuh langsung dimarahi, apakah ia akan berani mencoba lagi?

Prinsip yang sama berlaku pada speaking:

  • Apresiasi keberanian, bukan hasil
  • Beri pujian spesifik: “Kamu berani banget tadi ngomongnya.”
  • Koreksi secara halus dan bertahap
  • Jadikan kesalahan sebagai hal yang normal

“Confidence first, correction later.”

Anak yang percaya diri akan jauh lebih cepat berkembang dibanding anak yang takut salah.

Biasakan Anak Tampil Bertahap, Bukan Dipaksa

Keberanian tidak tumbuh lewat paksaan. Anak perlu proses bertahap, dari lingkungan kecil ke lingkungan yang lebih besar.

Tahapan yang ideal misalnya:

  • Berbicara di depan orang tua
  • Berbicara di depan saudara
  • Berbicara di depan kelompok kecil
  • Baru tampil di depan kelas atau umum

Jika anak langsung dipaksa tampil di depan banyak orang tanpa persiapan mental, yang terjadi justru trauma.

Cerita nyata: banyak anak yang awalnya menangis saat diminta presentasi, tapi setelah rutin latihan di kelompok kecil, perlahan mulai menikmati tampil di depan umum. Kuncinya bukan bakat, tapi konsistensi dan pendampingan.

Peran Lingkungan Belajar yang Tepat

Selain rumah, anak membutuhkan lingkungan belajar yang mendukung speaking secara aktif. Lingkungan ini harus:

  • Tidak menghakimi
  • Memberi kesempatan bicara merata
  • Menggunakan metode fun & interaktif
  • Fokus pada praktik, bukan hafalan

Di tempat belajar yang tepat, anak tidak hanya belajar bahasa Inggris, tapi juga berani berpendapat, menyampaikan ide, dan tampil percaya diri. Speaking bukan lagi momok, melainkan kebiasaan.

Inilah mengapa kursus bahasa Inggris yang tepat seharusnya tidak hanya mengajarkan teori, tetapi menciptakan suasana di mana anak merasa aman untuk berbicara.

Speaking Adalah Skill Hidup, Bukan Sekadar Pelajaran

Melatih anak supaya berani speaking di depan umum adalah investasi jangka panjang. Bukan hanya untuk nilai sekolah, tetapi untuk masa depan anak: presentasi, wawancara, kepemimpinan, dan kepercayaan diri.

Ingat tiga hal penting ini:

  • Berani dulu, benar belakangan
  • Proses kecil yang konsisten lebih efektif daripada paksaan
  • Lingkungan aman adalah kunci utama

Jika anak Anda mulai berani berbicara hari ini, maka besok ia akan berani menyampaikan mimpi dan idenya kepada dunia.

Disinilah Lahirnya Anak Jago Bahasa Inggris!
Bukan hanya jago teori, tapi juga berani speaking dan percaya diri.

Trusted by Thousands of Students

Sekarang Giliran Anda.

Artikel Lainnya

05/01/2026

Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

02/01/2026

Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

28/12/2025

Bagaimana Cara Membedakan Anak yang Belajar atau Sekadar Menghafal?

15/12/2025

Perlukah Anak Bisa Bahasa Inggris Sebelum Masuk SD?

04/12/2025

Kenapa Anak yang Bisa Bahasa Inggris Cenderung Lebih Berprestasi?

27/11/2025

Apa Itu Golden Age dan Kenapa Penting untuk Belajar Bahasa Inggris?

Daftar Sekarang!