
Kenapa Anak Takut Bicara Bahasa Inggris?
Pernah melihat anak Anda menunduk, senyum malu, atau bahkan diam total saat diminta berbicara dalam bahasa Inggris? Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa anak Anda malas atau tidak bisa. Bisa jadi, yang sebenarnya terjadi adalah: anak Anda merasa tidak percaya diri.
Rasa tidak percaya diri sering muncul ketika anak merasa takut salah, takut ditertawakan, atau merasa “nggak sepintar teman-temannya”. Padahal, kemampuan bicara bahasa Inggris adalah hal yang sangat penting di masa depan mereka. Tapi ingat, anak tidak akan bisa lancar bicara kalau dia sendiri takut membuka mulut.
Jadi, peran kita sebagai orang tua dan pendidik bukan hanya mengajari apa itu present tense atau apa itu vocabulary, tapi juga menumbuhkan keberanian dan kenyamanan saat anak berbicara. Bagaimana caranya? Mari kita bahas langkah demi langkah dalam artikel ini.
Pahami Dulu Akar Rasa Takutnya
Sebelum menumbuhkan kepercayaan diri, kita perlu memahami dulu sumber rasa takut anak. Beberapa penyebab umum yang sering muncul:
- Takut Salah – Anak merasa kalau salah ngomong, akan langsung dimarahi atau dikoreksi dengan cara yang bikin malu.
- Kurang Latihan – Anak jarang mendapat kesempatan bicara, jadi merasa asing atau gugup saat harus berbicara di depan orang lain.
- Lingkungan Tidak Mendukung – Saat teman atau bahkan orang dewasa menertawakan atau mengejek cara bicara anak, itu bisa menurunkan kepercayaan dirinya drastis.
- Terlalu Perfeksionis – Beberapa anak terlalu takut tidak sempurna, padahal dalam belajar bahasa, salah itu biasa.
Dengan memahami penyebab ini, kita bisa lebih bijak mendampingi anak. Karena membangun kepercayaan diri anak bukan dengan memaksa mereka tampil sempurna, tapi memberi ruang untuk belajar tanpa takut salah.
Berikan Lingkungan yang Aman dan Positif
Salah satu kunci utama dalam membangun rasa percaya diri anak adalah lingkungan belajar yang aman, hangat, dan suportif.
Bayangkan jika anak Anda belajar bahasa Inggris di tempat yang suasananya penuh tekanan, terlalu akademis, dan tidak ada yang mau mendengarkan cerita anak—apakah ia akan nyaman bicara? Tentu tidak.
Sebaliknya, jika anak berada dalam suasana belajar seperti:
- Tutor yang sabar dan tidak cepat mengoreksi dengan keras
- Teman-teman yang tidak mengejek saat ada kesalahan
- Aktivitas belajar yang aktif, menyenangkan, dan banyak interaksi
Maka anak akan merasa: “Aku boleh salah. Aku bisa belajar pelan-pelan. Aku tidak sendirian.” Dari sinilah keberanian berbicara mulai tumbuh.
Gunakan Metode Bermain dan Cerita
Untuk anak-anak, metode belajar terbaik bukan ceramah panjang — tapi bermain dan bercerita. Saat anak belajar berbicara bahasa Inggris lewat permainan, nyanyian, atau roleplay, mereka tidak sadar bahwa mereka sedang belajar, karena fokus mereka adalah pada kesenangan dan pengalaman.
Contoh aktivitas seru untuk meningkatkan percaya diri anak saat bicara:
- 🎭 Roleplay: Bermain peran sebagai kasir dan pembeli, dokter dan pasien, dll.
- 🎲 Speaking games: Seperti “Guess the Word”, “Would You Rather?”, atau “Two Truths and a Lie”.
- 📚 Storytelling ringan: Anak disuruh menceritakan ulang cerita bergambar dengan kata-kata sendiri, walau masih terbata-bata.
Dengan pendekatan ini, anak bisa mengembangkan keberanian bicara tanpa tekanan, dan dengan ekspresi yang lebih natural.
Rayakan Progres Kecil, Jangan Fokus pada Kesalahan
Seringkali, kita terlalu fokus pada apa yang salah. “Tadi grammar-nya salah.” “Itu pronunciation-nya keliru.” Padahal, setiap anak butuh pengakuan dan apresiasi untuk bisa berkembang.
Alih-alih mengoreksi terus-menerus, coba ubah pendekatan dengan:
- Memberi pujian tulus: “Wah, kamu berani banget ngomong tadi!”
- Menunjukkan bahwa salah itu wajar: “Ibu juga dulu belajar Inggris pelan-pelan kok.”
- Membandingkan progres anak dengan dirinya sendiri, bukan dengan anak lain.
Dengan begitu, anak akan merasa usahanya dihargai, dan ia jadi lebih semangat mencoba lagi. Karena sejatinya, anak belajar dari proses, bukan dari hasil instan.
Libatkan Anak dalam Kehidupan Nyata Berbahasa Inggris
Kepercayaan diri anak akan tumbuh jika ia merasa apa yang dipelajarinya berguna di kehidupan nyata. Jadi, cobalah libatkan bahasa Inggris dalam aktivitas harian:
- Saat makan, tanya: “What do you want to eat today?”
- Saat bermain, katakan: “Let’s count how many toys we have!”
- Saat traveling, ajak anak menyapa: “Hello, how are you?” ke orang asing (jika aman dan memungkinkan)
Semakin sering anak menggunakan bahasa Inggris dalam konteks nyata, semakin besar rasa percaya dirinya. Karena ia sadar: “Oh, aku bisa ngomong! Aku ngerti!” Dan itu akan memicu semangat belajar yang alami dan berkelanjutan.
Kesimpulan dan Ajakan untuk Bertindak
Percaya diri saat berbicara bahasa Inggris bukan datang karena anak pintar, tapi karena ia merasa aman, dihargai, dan punya ruang untuk belajar. Tugas kita sebagai orang tua dan pendidik adalah menciptakan ruang itu—bukan dengan tekanan, tapi dengan cinta dan pengertian.
Kalau Anda merasa anak Anda masih ragu, takut, atau malu saat bicara bahasa Inggris, jangan khawatir. Itu sangat normal. Tapi jangan juga dibiarkan terlalu lama. Karena semakin cepat kita bantu, semakin besar potensi anak untuk berkembang.
🌱 Di LEAF ENGLISH COURSE, kami fokus membangun keberanian anak untuk berbicara. Dengan metode yang aktif, fun, dan ramah anak, anak-anak akan belajar bahasa Inggris sambil merasa dicintai dan didukung. Karena di sinilah…
Lahirnya #AnakJagoBahasaInggris.