
Pertanyaan Klasik yang Sering Menghantui Orang Tua
“Bunda nggak bisa bahasa Inggris, apa bisa dampingi anak belajar?”
“Kalau Ayah salah ngomong Inggris, nanti anak ikut salah nggak?”
Pertanyaan seperti ini sangat sering muncul, terutama dari orang tua yang benar-benar peduli dengan pendidikan anaknya. Banyak yang ingin anaknya jago bahasa Inggris, tapi merasa minder karena kemampuan dirinya sendiri terbatas.
Padahal, kabar baiknya adalah:
👉 Orang tua tidak harus mahir bahasa Inggris untuk bisa membimbing anak.
Peran orang tua dalam belajar bahasa bukan sebagai guru, melainkan sebagai support system. Anak tidak butuh orang tua yang sempurna, tapi orang tua yang hadir, mendukung, dan konsisten.
“Anak tidak belajar dari apa yang kita katakan, tapi dari apa yang kita lakukan.”
Kalimat ini relevan sekali dalam konteks pendampingan belajar anak.
Peran Utama Orang Tua Bukan Mengajar, tapi Mendampingi
Banyak orang tua merasa tugasnya adalah mengajari anak. Padahal, dalam belajar bahasa Inggris, peran terpenting orang tua justru adalah:
- Menciptakan lingkungan yang positif
- Memberi semangat dan apresiasi
- Menjaga anak tetap percaya diri
Anak tidak membutuhkan orang tua yang bisa menjelaskan grammar. Yang anak butuhkan adalah orang tua yang berkata:
- “Wah, hebat ya kamu berani ngomong Inggris.”
- “Nggak apa-apa salah, yang penting berani.”
Ketika anak merasa aman dan tidak dihakimi, otaknya akan lebih terbuka untuk belajar. Sebaliknya, jika orang tua terlalu fokus pada benar-salah, anak justru bisa takut mencoba
Bukti Nyata: Anak Tetap Bisa Jago Meski Orang Tuanya Tidak Fasih
Ada banyak contoh nyata di lapangan. Salah satunya, seorang anak yang orang tuanya sama sekali tidak bisa bahasa Inggris. Namun, anak tersebut justru berkembang pesat karena:
- Orang tua tidak melarang anak mencoba
- Orang tua memberi waktu dan fasilitas
- Orang tua percaya pada proses
Sebaliknya, ada juga kasus orang tua yang cukup bisa bahasa Inggris, tapi anaknya justru pasif karena:
- Terlalu sering dikoreksi
- Takut salah di depan orang tua
- Merasa “nggak pernah benar”
Dari sini kita belajar satu hal penting:
👉 Sikap orang tua jauh lebih berpengaruh daripada kemampuan bahasanya.
Kalau Orang Tua Tidak Bisa Bahasa Inggris, Lalu Harus Ngapain?
Tenang, ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan orang tua tanpa harus jago bahasa Inggris:
- Menemani anak belajar, meski hanya duduk di sampingnya
- Menanyakan apa yang dipelajari, bukan menguji
- Memutar lagu atau video bahasa Inggris bersama anak
- Memberi pujian, sekecil apa pun progresnya
Contoh sederhana:
Anak bilang, “Mom, I like apple.”
Orang tua tidak perlu membetulkan grammar. Cukup jawab:
“Wah, keren! Kamu bisa ngomong Inggris sekarang.”
Respon seperti ini membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar.
Justru Sikap Orang Tua Ini yang Paling Dibutuhkan Anak
Dari berbagai pengalaman, ada beberapa sikap orang tua yang terbukti sangat membantu anak belajar bahasa Inggris:
- Tidak membandingkan anak dengan anak lain
- Tidak menuntut hasil instan
- Tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai tekanan
- Menjadikan belajar sebagai pengalaman menyenangkan
Bahasa Inggris bukan lomba cepat-cepatan. Setiap anak punya ritme belajar masing-masing. Tugas orang tua adalah menjaga agar prosesnya tetap positif.
“Motivasi anak tumbuh bukan dari tuntutan, tapi dari dukungan.”
Kapan Orang Tua Perlu Ikut Belajar Bahasa Inggris?
Meski tidak wajib, akan menjadi nilai tambah jika orang tua mau ikut belajar, walau sedikit. Bukan untuk mengajar anak, tapi untuk:
- Menjadi role model
- Menunjukkan bahwa belajar itu proses seumur hidup
- Membangun momen kebersamaan dengan anak
Belajar bisa dimulai dari hal kecil:
- Menghafal 5 kata baru per minggu
- Menonton video anak bersama
- Mengucapkan satu kalimat sederhana setiap hari
Anak akan melihat: “Oh, orang tuaku juga belajar. Berarti aku nggak sendirian.”
Jadi, Perlukah Orang Tua Bisa Bahasa Inggris?
Jawabannya: tidak harus, tapi harus peduli.
Kemampuan bahasa Inggris orang tua bukan penentu utama keberhasilan anak. Yang jauh lebih penting adalah:
- Sikap
- Dukungan
- Konsistensi
- Lingkungan yang positif
Jika orang tua:
- Memberi ruang anak untuk mencoba
- Tidak membuat anak takut salah
- Mendukung proses belajarnya
Maka anak punya peluang besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan jago bahasa Inggris.
✨ Ingat, anak tidak butuh orang tua yang sempurna. Anak butuh orang tua yang mau berjalan bersama.