
Banyak orang tua ingin anaknya pintar bahasa Inggris. Namun, tidak sedikit juga yang merasa anaknya kurang tertarik belajar bahasa Inggris.Padahal, kunci utama anak bisa mahir bahasa Inggris bukan hanya dari banyaknya belajar, tetapi dari seberapa besar rasa cinta anak terhadap bahasa tersebut.Anak yang mencintai bahasa Inggris akan:Lebih mudah memahami materiLebih percaya diri berbicaraLebih cepat berkembangTidak merasa belajar sebagai bebanSebaliknya, jika anak merasa bahasa Inggris itu sulit atau membosankan, maka proses belajar akan terasa berat dan hasilnya kurang maksimal.Seperti yang sering dikatakan dalam dunia pendidikan:“Anak belajar lebih cepat ketika mereka merasa senang, bukan ketika mereka merasa terpaksa.”Lalu, bagaimana cara menanamkan rasa cinta anak terhadap bahasa Inggris sejak dini?Berikut 3 cara yang bisa dilakukan orang tua.
1. Jadikan Bahasa Inggris Sebagai Bagian dari Aktivitas Sehari-hariSalah satu kesalahan yang sering terjadi adalah anak hanya mengenal bahasa Inggris saat belajar di kelas.Akibatnya, bahasa Inggris terasa seperti pelajaran sekolah, bukan bagian dari kehidupan.Padahal, anak akan lebih mudah mencintai bahasa Inggris jika mereka terbiasa mendengarnya setiap hari.Orang tua bisa mulai dari hal-hal sederhana seperti:Mengucapkan kata sederhana di rumahMenyebutkan benda dengan bahasa InggrisMenggunakan kalimat pendek dalam percakapanContoh sederhana:”Good morning” saat bangun tidur”Let’s eat” saat makan”Thank you” saat menerima sesuatu”Good job” saat anak melakukan sesuatu dengan baikTidak perlu terlalu banyak. Sedikit tetapi konsisten jauh lebih efektif.Bayangkan seorang anak yang setiap hari mendengar kata “Good morning”, “Thank you”, dan “Let’s go”. Lama-kelamaan, bahasa Inggris menjadi terasa normal dan familiar bagi mereka.Seorang orang tua pernah bercerita:”Awalnya anak saya malu ngomong bahasa Inggris. Tapi setelah saya biasakan kata-kata sederhana di rumah, sekarang dia malah sering memulai duluan.”Ini menunjukkan bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap rasa cinta anak terhadap bahasa Inggris.Semakin sering anak terpapar, semakin nyaman mereka menggunakan bahasa tersebut.2. Gunakan Metode Belajar yang MenyenangkanAnak-anak tidak suka belajar dengan cara yang terlalu serius. Mereka lebih menyukai aktivitas yang menyenangkan dan interaktif.Jika belajar bahasa Inggris hanya berupa:Menghafal kosakataMengerjakan bukuMendengarkan penjelasan panjangAnak bisa cepat bosan dan kehilangan minat.Sebaliknya, anak akan lebih mudah mencintai bahasa Inggris jika belajar melalui:Lagu bahasa InggrisGame sederhanaCerita bergambarVideo edukatifBermain peran (role play)Contohnya:Menyanyikan lagu “Head, Shoulders, Knees and Toes”Bermain tebak gambar menggunakan bahasa InggrisMembaca story book sederhana bersama anakBelajar sambil bermain membuat anak merasa bahwa bahasa Inggris itu menyenangkan, bukan menakutkan.Seperti yang sering terjadi di kelas anak-anak, ketika tutor mengajak bermain game bahasa Inggris, mereka bisa tertawa dan aktif tanpa sadar sedang belajar.Inilah yang membuat anak belajar tanpa tekanan.Seorang ibu pernah mengatakan:”Anak saya biasanya susah belajar. Tapi kalau pakai game bahasa Inggris, dia malah minta tambah.”Ini membuktikan bahwa cara belajar yang menyenangkan bisa meningkatkan rasa cinta anak terhadap bahasa Inggris.3. Berikan Apresiasi dan Dukungan PositifAnak membutuhkan dukungan dari orang tua untuk terus semangat belajar.Terkadang, anak masih salah dalam pengucapan atau belum lancar berbicara. Hal ini sangat wajar dalam proses belajar.Yang penting adalah menghargai usaha anak, bukan hanya hasilnya.Orang tua bisa memberikan apresiasi sederhana seperti:”Wah, bagus sekali!””Kamu hebat sudah berani mencoba””Mama bangga kamu mau belajar””Good job!”Kalimat sederhana ini bisa meningkatkan kepercayaan diri anak.Sebaliknya, jika anak sering dikoreksi dengan cara yang terlalu keras, mereka bisa merasa takut dan enggan belajar lagi.Bayangkan dua situasi ini:Situasi pertama: Anak salah mengucapkan kata, lalu orang tua berkata: “Ah, salah. Ulangi lagi.”Situasi kedua: Anak salah mengucapkan kata, lalu orang tua berkata: “Bagus, kamu sudah mencoba. Yuk kita ulangi bersama.”Situasi kedua tentu lebih membuat anak merasa nyaman.Ketika anak merasa aman dan didukung, mereka akan lebih berani mencoba dan akhirnya lebih mencintai bahasa Inggris.
Peran Orang Tua Sangat Penting dalam Proses Ini
Orang tua adalah lingkungan pertama bagi anak. Sikap orang tua terhadap bahasa Inggris akan sangat mempengaruhi anak.Jika orang tua menunjukkan bahwa bahasa Inggris itu penting dan menyenangkan, anak akan mengikuti.Namun jika orang tua terlihat takut atau menganggap bahasa Inggris sulit, anak juga bisa merasakan hal yang sama.Tidak perlu menjadi ahli bahasa Inggris untuk mendampingi anak. Yang terpenting adalah memberikan suasana yang positif dan menyenangkan.Karena pada akhirnya, rasa cinta anak terhadap bahasa Inggris dimulai dari rumah.